Jauh sebelum Islam berkembang menjadi agama besar pada zaman Nabi
Muhammad SAW, telah lahir para nabi dan rasul yang mendahuluinya.
Pada periode ini pula telah dibangun sebuah masjid pertama kali di
dunia. Yaitu Masjidilharam pada zaman Nabi Ibrahim alaihi salam (As).
Namun masjid pada masa itu tidak seperti bangunan sekarang yang lengkap
dengan menara dan bangunan megah lengkap dengan tiang-tiang besar.
Masjid pada waktu itu hanya berupa tempat lapang dengan batas-batas
tertentu yang digunakan untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah.
Dalam sebuah hadits disebutkan “Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, ia
berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang masjid yang pertama
kali dibangun? Maka Rasulullah SAW menjawab:
“Masjid Al Haram”
Kemudian aku bertanya lagi: Kemudian masjid apa lagi?
Rasulullah SAW menjawab:
“Masjid Al Aqsha”
Aku bertanya kepada Rasulullah SAW: Berapa jarak antara keduanya?
Rasulullah SAW menjawab:
“Empat puluh tahun.” (HR. Bukhori 6/290-291; Muslim No. 520)
Sebagian orang berpendapat bahwa yang membangun Masjid Al Aqsha adalah
Nabi Sulaiman bin Dawud. Namun pendapat ini perlu dipertanyakan karena
jarak masa hidup antara Nabi Sulaiman dengan Nabi Ibrahim lebih dari
1.000 tahun.
Berdasarkan perhitungan dari hadits di atas, kuat dugaan Nabi Sulaiman
bukanlah orang yang mendirikan Masjid Al Aqsha, dia hanya memperbaikinya
saja. Sedangkan nabi yang mendirikan Masjid Al Aqsha adalah Nabi Ya'qub
bin Ishaq, setelah Nabi Ibrahim mendirikan Kakbah.
Ketua Lembaga Takmir Masjid PBNU Ustadz Mukhlas Syarkun membenarkan Masjid Al Aqsa merupakan salah satu masjid pertama di dunia.
Menurut dia, di tempat ini para nabi-nabi sebelum Muhammad SAW telah
menorehkan beragam kisah. Di antaranya adalah tempat di mana Nabi
Zakariya bermunajat memohon diberi putra walaupun sudah usia tua. Allah
SWT pun kemudian mengabulkan doanya dengan memberi putra bernama Yahya.
Masjid Al Aqsa juga merupakan tempat iktikaf (berdiam diri di dalam
masjid) Siti Maryam, ibu Nabi Isa As.
Pria asal Lamongan itu menjelaskan, Allah swt telah memberikan keutamaan
bagi hambanya yang beribadah di Masjidilharam. Yaitu dilipatgandakan
pahalanya hingga 1.000 kali. “Dalam hadits disebutkan barang siapa salat
di Masjidilharam, maka pahalanya dilipatgandakan 1.000 kali,” ujarnya.
Dua masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad
SAW. Di mana kemudian Rasulullah SAW bermi’raj menghadap Allah Swt untuk
menerima perintah salat.
Masjid Al Aqsha kemudian dijadikan kiblat salat pertama sebelum kemudian
dialihkan ke Kakbah di Makkah berdasarkan perintah Allah pada surat
Al-Baqarah ayat 144.
“Sesungguhnya Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit, maka
Kami palingkan lah engkau kepada kiblat yang engkau ingini. Sebab itu
palingkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
semua berada palingkanlah mukamu ke pihaknya. Dan sesungguhnya
orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwasanya itu adalah
kebenaran dari Tuhan mereka. Dan tidaklah Allah lengah dari apapun yang
kamu amalkan.”
Masjid Al-Aqsa atau disebut juga Bait Al-Muqaddas (Al-Quds) terletak di
Kota Yerusalem Timur atau dikenal dengan nama wilayah Al-Haram
Asy-Syarif bagi umat Islam atau Har Ha-Bayit (Bukit Bait Allah atau
Temple Mount/Kuil Bukit) bagi umat Yahudi dan Nasrani. Sementara
Masjidilharam terletak di Makkah, Saudi Arabia.
Sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar